
JIKA dirinya tidak pernah merasakan pengalaman pahit diolok-olok teman sekolahnya dulu, Taylor Swift mungkin tidak akan menjadi penyanyi hebat seperti sekarang. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, penyanyi country pop ini berhasil menyisihkan sejumlah nama besar di industri musik dalam memperebutkan gelar sebagai musisi dengan album terlaris 2009.
Berdasarkan angka terakhir yang diperoleh lembaga riset Nielsen SoundScan, Swift berhasil mengalahkan juara 'Britain's Got Talent' yang sensasional, Susan Boyle, dalam mencapai penjualan album terbanyak. Album milik Boyle, 'I Dreamed a Dream', terjual sebanyak 3.104.000 kopi hingga akhir tahun kemarin. Sedangkan album 'Fearless' milik Swift lebih unggul dengan penjualan mencapai 3.207.000 kopi.
Selain menjadi penyanyi, gadis kelahiran Wyomissing, Pennsylvania, 13 Desember 1989 ini juga menjadi produser rekaman untuk albumnya. Seakan tidak kehabisan energi, putri dari Scott Swift, seorang pialang saham, dan istrinya Andrea, seorang ibu rumah tangga ini juga menjajal dunia akting dengan debutnya di video musik Brad Paisley berjudul 'Online', serta sebuah film documenter dari MTV berjudul 'MTV's Once Upon a Prom'. Tahun ini, Swift mendapatkan peran sebagai Samantha Kenny di film 'Valentine's Day'.
Bukan anak populer
Ketika duduk di kelas empat sekolah dasar, Swift memenangkan kontes puisi nasional dengan tiga halaman puisi berjudul 'Monster In My Closet'. Saat berusia sepuluh tahun, dia mulai menulis lagu dan bernyanyi di kontes karaoke, festival, dan pekan raya di sekitar kota kelahirannya.
Gadis multitalenta ini juga mulai menunjukkan ketertarikan menulis lirik lagu. Dia mulai belajar memetik gitar dari seorang tukang reparasi komputer yang mengajarinya cara bermain tiga akord, hingga Swift berhasil menulis lagu pertamanya, 'Lucky You'.
Sejak itu, mantan kekasih Joe Jonas dari The Jonas Brothers ini mulai menulis lagu secara teratur dan menggunakannya sebagai pelarian untuk mengatasi kesulitannya bergaul dengan siswa lain di sekolah. Swift memang bukan siswa populer. Ketika itu, anak-anak lain sering memberikan perlakuan buruk padanya sehingga dia memutuskan menuangkan rasa sakit tersebut ke dalam lagu tentang mereka.
Saat berumur 11 tahun, sahabat Selena Gomez itu melakukan perjalanan pertamanya ke Nashville demi mendapatkan kontrak rekaman dengan mendistribusikan demo rekaman berisi lagu-lagu karaoke yang dinyanyikannya. Dia memberikan demo rekaman tersebut kepada setiap perusahaan rekaman di sana, dan mendapatkan penolakan total.
Untungnya, Swift memeroleh peluang emas ketika diminta bernyanyi pada pembukaan sebuah turnamen tenis di kota kelahirannya. Suara indahnya saat menyanyikan lagu kebangsaan menarik perhatian banyak audiens. Gadis yang senang mengikuti kegiatan amal ini lantas mulai menulis banyak lagu dan memainkan gitar di usia 12 tahun. Dia pun mulai rutin berkunjung ke Nashville dan menulis lirik lagu bersama penulis lagu lokal.
Ketika tampil di sebuah kafe bernama The Bluebird Cafe, Scott Borchetta dari Big Machine Records melihat performa Swift yang luar biasa dan memutuskan untuk mengontraknya. Sejak saat itu, penyanyi yang dinobatkan sebagai 'Artist of the Year' oleh Billboard Magazine pada 2009 itu menjadi penulis lagu termuda yang pernah dipekerjakan Sony/ATV Tree publishing house.
Pengaruh terbesar Swift dalam bermusik adalah Shania Twain dan Dixie Chicks. Selain itu, LeAnn Rimes, Tina Turner, Dolly Parton serta sang nenek yang seorang penyanyi opera juga turut memberikan warna dalam musik yang diciptakannya.