Berpikirlah untuk mencoba kembali, karena seorang Thomas A.Edison bisa sukses karena dia tidak hanya mencoba sekali, tapi berkali - kali. Teruslah berusaha walaupun itu sulit seperti mencari jarum di dalam jerami. Berintropeksilah dan lihat diri sendiri sebelum berkomentar mengenai orang lain, walaupun itu engkau seperti bercermin pada air yang keruh.
Salam Sukses dan Bahagia
-richMotivator-
Wednesday, March 17, 2010
think!

Berpikirlah untuk mencoba kembali, karena seoarang Thomas A.Edison bisa sukses karena dia tidak hanya mencoba sekali, tapi berkali - kali. Teruslah berusaha walaupun itu sulit seperti mencari jarum di dalam jerami. Berintropeksilah dan lihat diri sendiri sebelum berkomentar mengenai orang lai, walaupun engkau seperti bercermin pada air yang keruh.
by : Richi Becker
Monday, March 15, 2010
Saturday, March 13, 2010
Carlos Slim Helu, Orang Terkaya di Dunia
Konglomerat asal Meksiko yang bergerak di bidang usaha telekomunikasi, Carlos Slim Helu (70 tahun), adalah orang terkaya di dunia. Demikian menurut Forbes, Kamis (11/3), saat menerbitkan daftar 1.000 orang terkaya di dunia.

Menurut majalah keuangan tersebut, kekayaan Slim senilai 53,5 miliar dolar AS. Ini jelas melampaui nilai kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates (53 miliar dolar AS) dan investor kawakan Warren Buffett (47 miliar dolar AS), yang selama ini ‘langganan' menjadi pemuncak daftar Forbes.
Dengan "penobatan" ini, Slim sukses mengubah dominasi orang AS dan Eropa dalam jajaran orang-orang paling kaya di planet ini. Ini untuk pertama kalinya, sejak 1994, ada orang non-AS yang menempati peringkat pertama. Dan, Slim adalah orang terkaya pertama dari negara berkembang.
***
Penelitian yang diadakan menunjukkan, nilai kekayaan Slim naik sebesar 18,5 miliar dolar AS selama 12 bulan terakhir! Ya, anak imigran Lebanon yang pada usia 10 tahun sudah mencari yang dengan berjualan snack dan minuman ini, memang memiliki perusahaan telekomunikasi raksasa, yakni Telefonos de Mexico (Telmex), namun sumbangan terbesar bagi kekayaannya datang dari America Movil di mana ia menanam aset sebesar 23 miliar dolar AS. Perlu Anda ketahui, nilai saham perusahaan ini naik 35% dalam setahun.
Selain itu, Slim juga sukses membangun kerajaan bisnis yang mencakup ratusan perusahaan. Selain telekomunikasi, unit usaha lain yang digarapnya bergerak di bidang keuangan, stasiun televisi, kesehatan, industri rokok, investasi di pasar modal, konstruksi dan infrastruktur, dan restoran. Hebatnya lagi, jaringan bisnisnya tersebar mulai dari Amerika Latin, Amerika Serikat, Hong Kong, hingga Finlandia.
Sebagian orang di Meksiko memuja Slim karena dia mengerti cara mengambil kesempatan dalam segala situasi dan berhasil mendapatkan uang.
"Dia sangat cerdas untuk berhasil meraih apa yang ada sekarang! Sedangkan kita, seperti orang lain juga, tidak pernah paham bagaimana caranya mengendalikan diri kita sendiri," ujar Manuel Santibanes yang berusia 17 tahun.
Namun, banyak juga yang melayangkan kritik kepada sang pengusaha lantaran mereguk prestasi ini di tengah masyarakat yang pendapatan per kapitanya kurang dari 6.800 dolar AS/tahun. Ya, setengah dari masyarakat Meksiko yang total berjumlah 103 juta jiwa (2005) itu memang masih hidup dalam kemiskinan.
Juru bicara Carlos Slim, Arturo Elias Ayub, menolak berkomentar banyak soal ini. Dia hanya mengatakan, pihaknya tidak mau "menghamburkan waktu" soal penghitungan kekayaan. Namun mereka menyambut baik hasil itu.
Sang bos sendiri tampaknya juga tak ambil pusing.
Carlos Slim Helu
"Kalau terus memikirkan opini orang lain tentang diri Anda, yah... Anda akan cepat meninggal dunia," katanya sesaat setelah Forbes mengumumkan daftarnya. "Saya tidak terlalu peduli dengan peringkat orang kaya di dunia dan tidak punya kepentingan untuk menjadi orang paling kaya di dunia."
Soal kekayaannya, yang meroket, Slim hanya berkomentar singkat, "Pasar saham itu naik, dan ... turun. Nilai kekayaan saya bisa anjlok sekejap bila terjadi koreksi pasar."
Kemudian, seakan-akan ingin menepis komentar-komentar miring, Slim menyatakan bahwa kini perhatiannya adalah mengatasi kemiskinan di Meksiko. Ia berjanji akan mendonasikan dana hingga 10 miliar dolar AS untuk membantu program kesehatan serta pendidikan Meksiko selama empat tahun ke depan.
Selamat untuk Slim! Semoga janji-janjinya bisa segera terlaksana.

Menurut majalah keuangan tersebut, kekayaan Slim senilai 53,5 miliar dolar AS. Ini jelas melampaui nilai kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates (53 miliar dolar AS) dan investor kawakan Warren Buffett (47 miliar dolar AS), yang selama ini ‘langganan' menjadi pemuncak daftar Forbes.
Dengan "penobatan" ini, Slim sukses mengubah dominasi orang AS dan Eropa dalam jajaran orang-orang paling kaya di planet ini. Ini untuk pertama kalinya, sejak 1994, ada orang non-AS yang menempati peringkat pertama. Dan, Slim adalah orang terkaya pertama dari negara berkembang.
***
Penelitian yang diadakan menunjukkan, nilai kekayaan Slim naik sebesar 18,5 miliar dolar AS selama 12 bulan terakhir! Ya, anak imigran Lebanon yang pada usia 10 tahun sudah mencari yang dengan berjualan snack dan minuman ini, memang memiliki perusahaan telekomunikasi raksasa, yakni Telefonos de Mexico (Telmex), namun sumbangan terbesar bagi kekayaannya datang dari America Movil di mana ia menanam aset sebesar 23 miliar dolar AS. Perlu Anda ketahui, nilai saham perusahaan ini naik 35% dalam setahun.
Selain itu, Slim juga sukses membangun kerajaan bisnis yang mencakup ratusan perusahaan. Selain telekomunikasi, unit usaha lain yang digarapnya bergerak di bidang keuangan, stasiun televisi, kesehatan, industri rokok, investasi di pasar modal, konstruksi dan infrastruktur, dan restoran. Hebatnya lagi, jaringan bisnisnya tersebar mulai dari Amerika Latin, Amerika Serikat, Hong Kong, hingga Finlandia.
Sebagian orang di Meksiko memuja Slim karena dia mengerti cara mengambil kesempatan dalam segala situasi dan berhasil mendapatkan uang.
"Dia sangat cerdas untuk berhasil meraih apa yang ada sekarang! Sedangkan kita, seperti orang lain juga, tidak pernah paham bagaimana caranya mengendalikan diri kita sendiri," ujar Manuel Santibanes yang berusia 17 tahun.
Namun, banyak juga yang melayangkan kritik kepada sang pengusaha lantaran mereguk prestasi ini di tengah masyarakat yang pendapatan per kapitanya kurang dari 6.800 dolar AS/tahun. Ya, setengah dari masyarakat Meksiko yang total berjumlah 103 juta jiwa (2005) itu memang masih hidup dalam kemiskinan.
Juru bicara Carlos Slim, Arturo Elias Ayub, menolak berkomentar banyak soal ini. Dia hanya mengatakan, pihaknya tidak mau "menghamburkan waktu" soal penghitungan kekayaan. Namun mereka menyambut baik hasil itu.
Sang bos sendiri tampaknya juga tak ambil pusing.
Carlos Slim Helu
"Kalau terus memikirkan opini orang lain tentang diri Anda, yah... Anda akan cepat meninggal dunia," katanya sesaat setelah Forbes mengumumkan daftarnya. "Saya tidak terlalu peduli dengan peringkat orang kaya di dunia dan tidak punya kepentingan untuk menjadi orang paling kaya di dunia."
Soal kekayaannya, yang meroket, Slim hanya berkomentar singkat, "Pasar saham itu naik, dan ... turun. Nilai kekayaan saya bisa anjlok sekejap bila terjadi koreksi pasar."
Kemudian, seakan-akan ingin menepis komentar-komentar miring, Slim menyatakan bahwa kini perhatiannya adalah mengatasi kemiskinan di Meksiko. Ia berjanji akan mendonasikan dana hingga 10 miliar dolar AS untuk membantu program kesehatan serta pendidikan Meksiko selama empat tahun ke depan.
Selamat untuk Slim! Semoga janji-janjinya bisa segera terlaksana.
Thursday, March 11, 2010
Rahasia Keberhasilan Lady Gaga
Sebagian besar dari kita pasti kenal dengan multi-talented singer, songwriter dengan sentuhan seni luar biasa: Lady Gaga (23 tahun). Banyak kontroversi terjadi sejalan dengan ketenaran Lady Gaga yang semakin melejit. Komentar yang positif ataupun negatif pun menyelimuti kepopulerannya.

Dalam artikel ini, kita akan coba melihat rahasia di balik kesuksesan penyanyi kelahiran New York, AS ini.
1. Find What You Want
Sewaktu kecil Lady Gaga sering bernyanyi bersama mini tape recorder yang dia miliki. Hits favoritnya berasal dari Michael Jackson, Cyndi Lauper, Rolling Stones, dan The Beatles. Selain bernyanyi, dia juga suka menari di manapun dia berada.
Lady Gaga melihat dan menyadari passion (gairah) yang dimilikinya, dan berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin.
"I was always an entertainer," begitu katanya, seperti dikutip dari LadyGaga.com.
2. Be Yourself
Selain musik yang enak didengar, kepopuleran Lady Gaga diraih dengan Fashion dan Art yang dia tampilkan. Lady Gaga tidak menutup atau menipu dirinya sendiri dengan menjadi orang lain, tetapi dia bangga atas karya seni yang ditampilkan melalui fashion-nya.
3. Be Positive
Lady Gaga tidak berhenti begitu saja setelah dia mendapat keluhan, komentar negatif, ataupun ejekan. Tetapi sebaliknya, dia mengambil hikmah atas keluhan-keluhan tersebut dan menghasilkan karya-karya yang lebih luar biasa.
4. Never Stop Learning
Lady Gaga mengungkapkan bahwa dia selalu belajar bagaimana caranya untuk survive sebagai artis, apa adanya, dan menghadapi kegagalan, dan setelah itu memikirkan apa yang bisa dibagikan ke dunia dengan ciri khasnya.
Dengan segala usaha dan perjuangannya, Lady Gaga sukses meraih peringkat pertama di Kanada, Austria, Jerman, Irlandia, dan juga Billboard Top Electronic Albums Chart, melalui album debut pertamanya, "The Fame"(2008). Hingga kini, ia masih tetap eksis dalam industri musik. Ia bahkan telah mendapat dua penghargaan Grammy, penghargaan paling bergengsi bagi para pekerja industri musikdi Negeri Paman Sam.
Teman-teman, kita semua dapat melihat dan mencontoh rahasia kesuksesan Lady Gaga ini dalam bisnis, sekolah, pekerjaan, dan kehidupan kita. Tentu, terapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak lupa, yang terpenting kita selalu berdoa, minta ridho kepada Yang Di Atas. Tanpa ridho-Nya, sia-sialah segala usaha kita!

Dalam artikel ini, kita akan coba melihat rahasia di balik kesuksesan penyanyi kelahiran New York, AS ini.
1. Find What You Want
Sewaktu kecil Lady Gaga sering bernyanyi bersama mini tape recorder yang dia miliki. Hits favoritnya berasal dari Michael Jackson, Cyndi Lauper, Rolling Stones, dan The Beatles. Selain bernyanyi, dia juga suka menari di manapun dia berada.
Lady Gaga melihat dan menyadari passion (gairah) yang dimilikinya, dan berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin.
"I was always an entertainer," begitu katanya, seperti dikutip dari LadyGaga.com.
2. Be Yourself
Selain musik yang enak didengar, kepopuleran Lady Gaga diraih dengan Fashion dan Art yang dia tampilkan. Lady Gaga tidak menutup atau menipu dirinya sendiri dengan menjadi orang lain, tetapi dia bangga atas karya seni yang ditampilkan melalui fashion-nya.
3. Be Positive
Lady Gaga tidak berhenti begitu saja setelah dia mendapat keluhan, komentar negatif, ataupun ejekan. Tetapi sebaliknya, dia mengambil hikmah atas keluhan-keluhan tersebut dan menghasilkan karya-karya yang lebih luar biasa.
4. Never Stop Learning
Lady Gaga mengungkapkan bahwa dia selalu belajar bagaimana caranya untuk survive sebagai artis, apa adanya, dan menghadapi kegagalan, dan setelah itu memikirkan apa yang bisa dibagikan ke dunia dengan ciri khasnya.
Dengan segala usaha dan perjuangannya, Lady Gaga sukses meraih peringkat pertama di Kanada, Austria, Jerman, Irlandia, dan juga Billboard Top Electronic Albums Chart, melalui album debut pertamanya, "The Fame"(2008). Hingga kini, ia masih tetap eksis dalam industri musik. Ia bahkan telah mendapat dua penghargaan Grammy, penghargaan paling bergengsi bagi para pekerja industri musikdi Negeri Paman Sam.
Teman-teman, kita semua dapat melihat dan mencontoh rahasia kesuksesan Lady Gaga ini dalam bisnis, sekolah, pekerjaan, dan kehidupan kita. Tentu, terapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak lupa, yang terpenting kita selalu berdoa, minta ridho kepada Yang Di Atas. Tanpa ridho-Nya, sia-sialah segala usaha kita!
Penyakit Menunda
Suka menunda bukanlah penyakit keturunan
tetapi penyakit mental, hasil dari kebiasaan yang sengaja kita biarkan berjalan...
Untuk bebas dari penyakit menunda,
tidak ada cara yang paling efektif,
kecuali kita harus "Tegas" dan "Keras" pada diri sendiri!
Dengan demikian, SUKSES BESAR baru bisa tercipta!
Salam sukses, luar biasa!
Andrie Wongso
tetapi penyakit mental, hasil dari kebiasaan yang sengaja kita biarkan berjalan...
Untuk bebas dari penyakit menunda,
tidak ada cara yang paling efektif,
kecuali kita harus "Tegas" dan "Keras" pada diri sendiri!
Dengan demikian, SUKSES BESAR baru bisa tercipta!
Salam sukses, luar biasa!
Andrie Wongso
"goals"
"The person with a fixed goal, a clear picture of his desire, or an ideal always before him, causes it, through repetition, to be buried deeply in his subconscious mind and is thus enabled, thanks to its generative and sustaining power, to realize his goal in a minimum of time and with a minimum of physical effort. Just pursue the thought unceasingly. Step by step you will achieve realization, for all your faculties and powers become directed to that end." Claude M. Bristol
Thursday, March 4, 2010
Aturan dari Warren Buffet
"Rule No. 1: Never Lose Money. Rule No. 2: Never Forget Rule No. 1."
Buffett personally lost about $23 billion in the financial crisis of 2008, and his company, Berkshire Hathaway, lost its revered AAA ratings. So how can he tell us to never lose money?
He's referring to the mindset of a sensible investor. Don't be frivolous. Don't gamble. Don't go into an investment with a cavalier attitude that it's OK to lose. Be informed. Do your homework. Buffett invests only in companies he thoroughly researches and understands. He doesn't go into an investment prepared to lose, and neither should you.
Buffett believes the most important quality for an investor is temperament, not intellect. A successful investor doesn't focus on being with or against the crowd.
The stock market will swing up and down. But in good times and bad, Buffett stays focused on his goals. So should we. (This esteemed investor rarely changes his long-term investing strategy no matter what the market does.)
"If The Business Does Well, the Stock Eventually Follows"
The Intelligent Investor by Benjamin Graham convinced Buffett that investing in a stock equates to owning a piece of the business. So when he searches for a stock to invest in, Buffett seeks out businesses that exhibit favorable long-term prospects. Does the company have a consistent operating history? Does it have a dominant business franchise? Is the business generating high and sustainable profit margins? If the company's share price is trading below expectations for its future growth, then it's a stock Buffett may want to own.
Buffett never buys anything unless he can write down his reasons why he'll pay a specific price per share for a particular company. Do you do the same?
"It's Far Better to Buy a Wonderful Company at a Fair Price Than a Fair Company at a Wonderful Price"
Buffett is a value investor who likes to buy quality stocks at rock-bottom prices. His real goal is to build more and more operating power for Berkshire Hathaway by owning stocks that will generate solid profits and capital appreciation for years to come. When the markets reeled during the recent financial crisis, Buffett was stockpiling great long-term investments by investing billions in names like General Electric and Goldman Sachs.
To pick stocks well, investors must set down criteria for uncovering good businesses, and stick to their discipline. You might, for example, seek companies that offer a durable product or service and also have solid operating earnings and the germ for future profits. You might establish a minimum market capitalization you're willing to accept, and a maximum P/E ratio or debt level. Finding the right company at the right price -- with a margin for safety against unknown market risk -- is the ultimate goal.
Remember, the price you pay for a stock isn't the same as the value you get. Successful investors know the difference.
"Our Favorite Holding Period Is Forever"
How long should you hold a stock? Buffett says if you don't feel comfortable owning a stock for 10 years, you shouldn't own it for 10 minutes. Even during the period he called the "Financial Pearl Harbor," Buffett loyally held on to the bulk of his portfolio.
Unless a company has suffered a sea change in prospects, such as impossible labor problems or product obsolescence, a long holding period will keep an investor from acting too human. That is, being too fearful or too greedy can cause investors to sell stocks at the bottom or buy at the peak -- and destroy portfolio appreciation for the long run.
You may think the recent financial meltdown changed things, but don't be fooled: those unfussy sayings from the Oracle of Omaha still RULE!
Buffett personally lost about $23 billion in the financial crisis of 2008, and his company, Berkshire Hathaway, lost its revered AAA ratings. So how can he tell us to never lose money?
He's referring to the mindset of a sensible investor. Don't be frivolous. Don't gamble. Don't go into an investment with a cavalier attitude that it's OK to lose. Be informed. Do your homework. Buffett invests only in companies he thoroughly researches and understands. He doesn't go into an investment prepared to lose, and neither should you.
Buffett believes the most important quality for an investor is temperament, not intellect. A successful investor doesn't focus on being with or against the crowd.
The stock market will swing up and down. But in good times and bad, Buffett stays focused on his goals. So should we. (This esteemed investor rarely changes his long-term investing strategy no matter what the market does.)
"If The Business Does Well, the Stock Eventually Follows"
The Intelligent Investor by Benjamin Graham convinced Buffett that investing in a stock equates to owning a piece of the business. So when he searches for a stock to invest in, Buffett seeks out businesses that exhibit favorable long-term prospects. Does the company have a consistent operating history? Does it have a dominant business franchise? Is the business generating high and sustainable profit margins? If the company's share price is trading below expectations for its future growth, then it's a stock Buffett may want to own.
Buffett never buys anything unless he can write down his reasons why he'll pay a specific price per share for a particular company. Do you do the same?
"It's Far Better to Buy a Wonderful Company at a Fair Price Than a Fair Company at a Wonderful Price"
Buffett is a value investor who likes to buy quality stocks at rock-bottom prices. His real goal is to build more and more operating power for Berkshire Hathaway by owning stocks that will generate solid profits and capital appreciation for years to come. When the markets reeled during the recent financial crisis, Buffett was stockpiling great long-term investments by investing billions in names like General Electric and Goldman Sachs.
To pick stocks well, investors must set down criteria for uncovering good businesses, and stick to their discipline. You might, for example, seek companies that offer a durable product or service and also have solid operating earnings and the germ for future profits. You might establish a minimum market capitalization you're willing to accept, and a maximum P/E ratio or debt level. Finding the right company at the right price -- with a margin for safety against unknown market risk -- is the ultimate goal.
Remember, the price you pay for a stock isn't the same as the value you get. Successful investors know the difference.
"Our Favorite Holding Period Is Forever"
How long should you hold a stock? Buffett says if you don't feel comfortable owning a stock for 10 years, you shouldn't own it for 10 minutes. Even during the period he called the "Financial Pearl Harbor," Buffett loyally held on to the bulk of his portfolio.
Unless a company has suffered a sea change in prospects, such as impossible labor problems or product obsolescence, a long holding period will keep an investor from acting too human. That is, being too fearful or too greedy can cause investors to sell stocks at the bottom or buy at the peak -- and destroy portfolio appreciation for the long run.
You may think the recent financial meltdown changed things, but don't be fooled: those unfussy sayings from the Oracle of Omaha still RULE!
Success
"Success doesn't come to you…you go to it."
Marva Collins
Success does not come to those who wait . . . and it does not wait for anyone to come to it
Marva Collins
Success does not come to those who wait . . . and it does not wait for anyone to come to it
Wednesday, March 3, 2010
Anjing punya Account Facebook
Tak banyak anjing yang punya account di Facebook. Juga, tak banyak yang memiliki fans hingga puluhan ribu di situs pertemanan tersebut. Salah satunya adalah Giant George-anjing jenis Great Dane asal Tuscon, Arizona, AS.
5 Kekuatan Perencanaan Sun Tzu
Lebih dari 2400 tahun silam di tanah Tiongkok, ahli strategi perang Sun Tzu melalui karyanya yang melegenda, yakni 13 bab strategi perang, menegaskan bahwa perang adalah masalah yang sangat fundamental untuk berdirinya sebuah negara. Perang menyangkut hidup atau matinya rakyat. Perang menunjukkan keperkasaan atau kerapuhan pemimpin negara, dan juga menentukan kejayaan atau keruntuhan sebuah negara. Jadi, sebelum mengambil keputusan untuk berperang, kekuatan negara, faktor militer, dan situasi medan pertempuran harus dipelajari dengan sangat hati-hati, saksama, akurat, dan menyeluruh.


Perbedaan Pendapatan 1 juta vs. 100 juta
Dalam hidup kita, seringkali ada perbedaan yang mencolok di antara satu dengan yang lain. Ada orang yang sangat sukses, ada yang rata-rata, dan ada juga yang gagal. Lantas apa yang membedakannya ? Beberapa hari yang lalu, saya menanyakan satu pertanyaan kepada teman-teman di Facebook : “Apa yang membedakan orang yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan dengan orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan ?
Tuesday, March 2, 2010
Menu Makanan
Suatu ketika, ada seorang raja yang akan memilih perdana menteri untuk kerajaannya. Beberapa calon telah diuji, hingga tinggallah satu calon yang dianggapnya paling mumpuni karena memiliki kecerdasan dan sifat bijak. Namun, sebelum raja berketetapan menjadikannya sebagai perdana menteri, raja masih ingin memastikan bahwa pemuda pilihannya tak salah. Karena itu, raja pun memanggil pemuda calon perdana menteri tersebut.
"Wahai pemuda, tahukah kamu masakan yang paling baik di dunia? Dan, tolong masakkan aku makanan terbaik di dunia ini," titah sang raja.
Monday, March 1, 2010
Kerja ikhlas = Kerja bodoh

Di jaman yang hampir semua hal diukur dengan materi, kerja ikhlas menjadi hal yang langka. Pelakunya pun kerap disebut orang aneh, orang antik atau orang yang melakukan hal bodoh. Kebanyakan orang di jaman ini memang bekerja dengan ”tulus” tetapi tidak ikhlas!
”Lho, apa bedanya Pak?”, tanya para mahasiswa yang mengikuti kuliah atau seminar saya. Saya sering menjawab,”Tulus adalah singkatan dari TUjuannya fuLUS”. Jadi bekerja karena motivasinya adalah untuk mendapatkan uang. Jika mendapatkan uang banyak maka bekerja keras dengan sangat baik, tetapi jika mendapat uangnya sedikit maka kerjanya asal saja. Hal inilah yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Bekerja untuk memperoleh imbalan yang setimpal dengan pekerjaan menurut ukurannya masing-masing.
Gunung hijau

"Selama gunung hijau masih ada, tak perlu khawatir kehabisan kayu bakar."
Selama kita mempunyai modal seperti kesehatan, semangat, dan akal budi, tak ada yang perlu ditakuti dalam menjalani hidup.
Subscribe to:
Comments (Atom)



